Kembali ke situs yayasan
← Semua tulisan

Tingkatkan Kualitas Guru dalam Pembelajaran Al-Qur’an, YPWI Kolaka Gelar Pelatihan Metode Dirosa Anak

Dengarkan tulisanNarasi menggunakan suara yang tersedia di perangkat.

Kolaka – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan sekolah, Departemen Pendidikan DPD Wahdah Islamiyah Kolaka bersama Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah (YPWI) Kolaka menyelenggarakan Pelatihan Pembelajaran Al-Qur’an dengan Metode Dirosa Anak pada Sabtu–Ahad, 26–27 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung SD Islam Terpadu Wihdatul Ummah Kolaka, dan menghadirkan tim Dirosa Anak dari DPP Wahdah Islamiyah sebagai narasumber utama.

Pelatihan ini diikuti oleh para guru Al-Qur’an dan tenaga pendidik dari sekolah-sekolah di bawah naungan YPWI Kolaka. Tujuan utamanya adalah untuk membekali para guru dengan metode pembelajaran Al-Qur’an yang sesuai dengan perkembangan usia anak dan lebih menyenangkan.

Gambar dalam tulisan

Ketua Departemen Pendidikan DPD Wahdah Islamiyah Kolaka, Ustadz Maskab Mutu, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya diacara penutupan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan Al-Qur’an.

“Kita ingin para guru bukan hanya mampu mengajar, tapi juga bisa menginspirasi anak-anak untuk mencintai Al-Qur’an sejak dini. Dirosa Anak adalah metode yang sangat tepat untuk itu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Kolaka, Baso Gama, ST. menekankan pentingnya konsistensi guru dalam menerapkan ilmu yang diperoleh dari pelatihan.

“InsyaAllah pelatihan ini akan menjadi langkah awal. Keberhasilan pendidikan Qur’ani bergantung pada semangat guru yang terus belajar dan membina dengan hati,” jelasnya.

Gambar dalam tulisan
Ustadz Maskab Mutu, S.Pd., M.Pd.


Gambar dalam tulisan
Baso Gama, ST. 

Para narasumber dari tim Dirosa Anak DPP Wahdah Islamiyah juga memberikan berbagai arahan kepada peserta pelatihan. Di antaranya, mereka menekankan pentingnya memahami karakter anak dalam proses pembelajaran, serta bagaimana menjadikan suasana belajar Al-Qur’an sebagai pengalaman yang menyenangkan dan penuh makna.

“Anak-anak belajar bukan hanya dengan mendengar, tapi juga dengan merasakan. Guru harus hadir sebagai teladan, bukan hanya sebagai pengajar,” pesan salah satu narasumber.

Gambar dalam tulisan
Tim Dirosa Anak DPP Wahdah Islamiyah

Gambar dalam tulisan

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para guru dapat menerapkan metode Dirosa Anak secara efektif dan menjadikan pembelajaran Al-Qur’an lebih hidup serta bermakna di setiap sekolah yang mereka bina.


Lihat tulisan asal

Arsip YPWIK · Penulis asal: Muhammad Raflee R · Terbit pertama: 2025-07-30

Ruang apresiasi

Apresiasi karya

Jempol, love, atau tepuk tangan pada karya orang lain: 1 XP untuk anggota yang masuk. Masuk agar XP tercatat.

Percakapan

Komentar pembaca

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan baik.

Tulis komentar

Komentar yang lolos sensor kata langsung tampil. Anggota yang berkomentar pada karya orang lain mendapat 2 XP. Masuk agar XP tercatat.

Lanjutkan membaca

Tulisan terkait

Kabar

Menjaga Irama Dirosa: Ikhtiar Sederhana Membantu Pengajar Tetap Konsisten

YPWIK menghadirkan aplikasi web Dirosa yang membantu pengajar mengingat kembali irama bacaan melalui contoh rekaman suara. Dengan tampilan tiga baris per pertemuan, sarana ini diharapkan mendukung latihan yang lebih praktis dan berkesinambungan.

4komentar2jempol1tepuk tangan
Abu Hanif
Kabar

SD dan SMP Wihdatul Ummah Kolaka Bersinar, Meraih Prestasi di Gema Ramadhan 1447 H

Kolaka – Semangat Ramadhan benar-benar terasa bergetar. Suara adzan yang menggema, lantunan ayat suci yang mengalun penuh kekhusyukan, hingga bacaan tartil yang meresap ke hati menjadi saksi lahirnya prestasi membanggakan di ajang Gema Ramadhan 1447 H Lingkup Kementerian Agama…

1komentar1love
Kontributor YPWIK
Kabar

Selamat Datang di Ruang Digital YPWI Kolaka

Satu rumah digital untuk kabar pendidikan, cerita siswa, gagasan guru, suara orang tua, dan karya yang tumbuh bersama.

1komentar1jempol1love
Abu Hanif
← Semua tulisan